Yadya Kasada: Sebuah Penghormatan Untuk Kesuma


Wisata Alam Gunung Bromo adalah salah satu tujuan wisata tersohor di dunia. Seluruh dunia mengakui keindahan dari Gunung Bromo yang penuh mistis dan panorama indah. CNN GO memasukannya dalam50 Natural Wonders: the Ultimate List of Scenic Splendor.

Selain berbagai atraksi dan keindahan yang ditawarkan oleh Wisata Alam Gunung Bromo, seperti Objek Wisata Lautan Pasir, Bukit Teletubbies, Kaldera, serta melihat sunrise di Gunung Penanjakan, ternyata Bromo memiliki daya tarik budaya, yaitu Yadnya Kasada atau Kasodoyang digelar setiap bulan Kasada hari-14 dalam penanggalan kalender tradisional Hindu Tengger.

Upacara sesembahan atau sesajen ini diujudkan untuk Sang Hyang Widhi dan para leluhur, terutama Roro Anteng (Putri Raja Majapahit) dan Joko Seger (Putra Brahmana). Berdasarkan mitos turun-temurun, Suku Tengger adalah keturunan Roro Anteng dan Joko Seger. Upacara adat ini digelar di Pura Luhur Poten, tepat di kaki Gunung Bromo, pada tengah malam hingga dini hari. Upacara adat Suku Tengger ini bertujuan untuk mengangkat dukun atau tabib yang ada di setiap desa di sekitar Gunung Bromo. Dalam festival ini Suku Tengger akan melemparkan sesajen berupa sayuran, ayam, hingga uang ke kawah gunung tersebut.

Tepat pada malam ke-14 bulan Kasada, Suku Tengger membawa sesajen berupa hasil ternak dan pertanian ke Pura Luhur Poten. Berikutnya, sesajen yang disiapkan dibawa ke atas kawah gunung untuk dilemparkan ke kawah sebagai simbol pengorbanan yang dilakukan oleh nenek moyang. Bagi Suku Tengger, sesaji yang dilempar ke Kawah Bromo tersebut adalah perwujudan rasa syukur atas hasil ternak dan pertanian yang melimpah.

Bila anda berminat menyaksikan Upacara Kasada Bromo disarankan untuk datang sebelum tengah malam mengingat banyaknya peminat yang ingin menyaksikan momen langka ini. Sehingga seringkali membuat jalanan menuju ke arah Wisata Alam Gunung Bromo sangat macet. Upacara Kasada Bromo telah digelar sejak masa Kerajaan Majapahit dan  Gunung Bromo memang dianggap sebagai tempat suci. Gunung Bromo berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti brahma atau seorang dewa yang utama.
Cerita tentang leluhur Suku Tengger adalah sebagai berikut. Pada masa Dinasti Brawijaya, permaisurinya dikaruniai anak perempuan bernama Roro Anteng. Setelah beranjak dewasa putri ini menikah dengan seorang pemuda dari Kasta Brahmana bernama Joko Seger. Karena Kerajaan Majapahit mengalami kemerosotan dan pengaruh Islam semakin kuat di Pulau Jawa, keduanya kemudian memutuskan tinggal dan menjadi penguasa di Tengger.

Sedih karena lama tidak dikaruniai anak, mereka pun bersemedi di puncak Gunung Bromo dan mendapatkan petunjuk bahwa permintaan mereka akan dikabulkan dengan syarat anak bungsu mereka setelah lahir harus dikorbankan ke kawah Gunung Bromo. Pasangan ini ingkar janji karena tidak tega bila Kesuma, sang anak bungsu, harus menjadi persembahan. Dewa yang marah membawa Kesuma masuk ke kawah Bromo. Timbul suara dari si anak bungsu agar orang tua mereka hidup tenang beserta saudara-saudaranya. Untuk menghormati pengorbanan tersebut, setiap tahun diadakan upacara sesaji ke Kawah Bromo dan terus berlangsung secara turun menurun hingga saat ini.

Fasilitas & Layanan

Untuk mengikuti Upacara Kasada, pengunjung harus memperhatikan dengan benar-benar jadwal dari festival ini. Anda bisa menanyakan langsung ke agen-agen perjalanan anda untuk mendapatkan informasi lebih rinci tentang diadakannya Upacara Kasada.
Untuk menuju Pura Luhur Poten, tempat diadakannya Upacara Kasada, para pengunjung bisa menyewa mobil Jeep 4WD yang dikelola oleh warga sekitar Wisata Alam Gunung Bromo. Kendaraan Jeep 4WD berkapasitas 5-6 orang.

Jam Operasional

Wisata Alam Gunung Bromo setiap harinya terbuka untuk umum.

Harga Tiket Masuk

Sejak bulan Mei 2014, tarif masuk hari kerja untuk wisatawan domestik Rp 27.500 per orang. Perinciannya, Rp 25 ribu untuk karcis dan Rp 2.500 untuk asuransi. Sementara untuk wisatawan mancanegara naik menjadi Rp 217 ribu (termasuk asuransi) dari tarif sebelumnya Rp 57 ribu.
Untuk hari libur, tarif tiket masuk Bromo naik 150 persen dari tarif hari kerja. Dengan demikian, tarif tiket masuk Bromo untuk wisatawan nusantara menjadi Rp 32.500 per orang, sedangkan wisatawan mancanegara dikenai tarif masuk Rp 317.500 per orang.

Peta Lokasi



Dari berbagai sumber.
Previous Post
Next Post