Nasi Buk Matirah: Menu Khas Madura Yang Tidak Ada di Madura


Ingin merasakan berkuliner di Kota Malang tetapi bukan masakan Malang? Anda perlu mencoba Nasi Buk Matirah. Rumah makan yang terletak di sebelah Stasiun Kota Malang ini sangat cocok untuk anda yang sedang menunggu kedatangan kereta api atau akan pergi meninggalkan Malang.

Kata "Buk" (baca: bok) sering digunakan orang Suku Jawa pada umumnya, dan orang Malang pada khususnya untuk memanggil seorang ibu yang berasal dari Madura. Kebetulan, diantara banyak penjual Nasi Buk, kebanyakan memang ibu-ibu dari Madura. Uniknya, kita tidak akan menemui Nasi Buk di Pulau Garam, Madura.

Kembali ke wisata kuliner Nasi Buk Matirah, Nasi Buk memiliki banyak pilihan lauk, antara lain ayam goreng, telur, jerohan dan ati ayam, empal goreng, jantung sapi, babat, usus, dendeng, dan paru sapi. Menu ini dilengkapi dua jenis sayur, yaitu sayur tewel (terbuat dari nangka muda) dan lodeh manisa. Setiap porsinya akan terlihat menggunung katena tambahan dendeng kelapa yang renyah dan gurih seperti kerupuk. Sertakan pula sambal terasi yang akan menambah indahnya pengalaman anda dalam bersantap Nasi Buk di Malang.

Wisata kuliner Nasi Buk Matirah cukup legendaris di Kota Malang. Berawal di tahun 1960an, dimana sang ibu, Hajah Aisyah, membuka warung dengan menu sejenis di sekitar emperan Gang Semarang. Demi mengembangkan usaha, lokasi kemudian dipindah ke tempat yang sekarang mulai tahun 1990.

Wisata kuliner Nasi Buk Matirah buka mulai pukul 06.30 WIB. Tetapi, bila ada pembeli yang datang pada pukul 06.00 juga bakal dilayani. Adakah menu lain di wisata kuliner Nasi Buk Matirah? Jangan khawatir, Buk Matirah juga menyediakan menu lain, yaitu rawon yang juga akan menghangatkan perut anda di pagi Malang yang dingin.

Peta Lokasi



Diolah dari berbagai sumber.
Previous Post
Next Post