Ketan Bubuk Zainal Arifin: Alternatif Menu Sarapan Orang Malang Sejak 35 Tahun Lalu


Satu lagi jajanan legendaris di Kota Malang, Ketan Bubuk Zainal Arifin yang menjadi alternatif menu sarapan orang Malang sejak 35 tahun lalu di pinggiran Jalan Zainal Arifin, Kota Malang, berdekatan dengan wisata kuliner Ronde Titoni dan berseberangan dengan Toko Mie Gloria. Penjualnya adalah seorang ibu tua yang sering dibantu oleh anak-anak, bahkan cucu-cucunya.

Ketan Bubuk Zainal Arifin mulai buka sejak pagi menjelang hingga sekitar jam 10 siang. Begitu dagangan dibuka, maka pengunjung akan silih berganti mendatangi sang ibu yang duduk di belakang meja kecil pendek sebagai tempat jualan dan mulai meracik ketan bubuk yang tampak mengepulkan asap, tanda baru saja diangkat dari dapur. Mungkin sudah terbiasa, sang ibu penjual Ketan Bubuk Zainal Arifin ini seperti tidak merasakan panas akibat bersentuhan dengan ketan yang masih panas tersebut. Harganya sangat-sangat terjangkau. Sebelum kenaikan harga BBM tahun 2014 ini, untuk sebungkus ketan bubuk kita hanya perlu membayar Rp 2500,00. Murah bukan?


Seperti ketan bubuk lainnya, Ketan Bubuk Zainal Arifin terbuat dari ketan dengan taburan parutan kelapa dan disawur dengan bubuk yang terbuat dari kacang yang dihaluskan. Selagi hangat, tekstur lembut ketan akan sangat terasa di lidah. Selain itu, pengalaman 35 tahun membuat ketan tentunya menjadi andalan bagi ibu penjual Ketan Bubuk Zainal Arifin ini.

Selain ketan bubuk, tersedia pula jajanan lain seperti kue sate bola yang terbuat dari singkong yang dibentuk bulat seperti bola berwarna-warni, serta dibalut dengan parutan kelapa. Bila penasaran, anda harus datang sepagi mungkin karena kue sate bola ini amat-sangat-cepat habis.

Peta Lokasi



Diolah dari berbagai sumber.
Previous Post
Next Post