Kawasan Wisata Payung: Tempat Transit Dengan Pemandangan Yang Menakjubkan


Kawasan Wisata Kuliner Payung terletak di perbatasan antara Kota Batu dan Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Letaknya yang menjadi gerbang masuk dan keluar dari Kota Wisata Batu membuat kawasan Payung selalu ramai oleh pengunjung. Jaraknya juga relatif dekat dengan pusat Kota Batu, sekitar 6 km dan dapat ditempuh dalam waktu sekitar 15 menit saja. Wisata Kuliner Payung biasanya menjadi tempat transit wisatawan yang akan menuju ke tempat wisata lainnya karena letaknya yang strategis, nyaman, dan menjanjikan pemandangan Kawasan Wisata Alam Songgoriti dari ketinggian.

Kawasan Wisata Kuliner Payung terdiri dari deretan warung-warung lesehan pinggir jurang yang menyajikan berbagai menu makanan, salah satu andalannya adalah jagung bakar, sangat cocok bagi wisatawan yang ingin mengisi perut  ketika merasa lapar di perjalanan dari dan menuju Batu atau Malang. Selain jagung bakar, anda juga bisa menemukan menu bakso dan makanan hangat lainnya untuk menghangatkan badan anda dari hawa dingin dan, sering kali, berkabut.

Kawasan Wisata Kuliner ini terdiri dari tiga area terpisah, dikenal dengan Payung 1, Payung 2, dan Payung 3. Tidak ada perbedaan besar antara area satu dan lainnya. Hampir semua area dihiasi dengan warung-warung dengan warna mencolok, mungkin untuk menarik pengunjung. Sebagian lainnya terbuat dari kayu dan bambu yang menyangga warung tersebut di tepian jurang. Selain berbagai hidangan yang telah disebutkan di atas, anda juga bisa menemukan sate kelinci, roti bakar dan berbagai gorengan. Ada juga warung yang melayani menu nasi goreng, lalapan bebek atau ayam, ikan bakar, mi rebus, dan tempe penyet. Untuk minuman penghangat badan, anda bisa membeli STMJ (susu telor madu jahe), kopi tubruk, teh, soda gembira, sari jahe, dan berbagai minuman botol.

Atraksi menarik yang disajikan oleh Wisata Kuliner Payung adalah pemandangan Kota Batu di malam hari. Hal ini membuat Kawasan Wisata Kuliner Payung terlihat lebih ramai pada malam hari, terutama malam Minggu atau hari-hari libur dimana anda bisa menikmati jutaan nyala lampu yang menghiasi Kota Batu dan sekitarnya.

Sejarah Singkat

Bicara tentang sejarah, kuliner di Kawasan Wisata Payung Batu dimulai sekitar tahun 1970-an dimana beberapa penjual jagung bakar mulai berdagang di sini dari pagi hingga sore. Selang beberapa tahun, sebagian dari penjual mulai mendirikan kios dan tenda supaya para pengunjung bisa betah lebih lama ketika mampir ke warung mereka.

Lalu, dari mana nama Payung berasal? Banyak pihak yang menyebutkan bahwa sebutan Payung diambil dari satu tempat di area tersebut untuk menikmati pemandangan perbukitan dan Kota Batu dari ketinggian. Tempat tersebut atapnya menyerupai payung. Kemungkinan, dari sinilah kataDari sini para pengunjung bisa memandang bebas ke arah manapun terutama daerah Songgoriti, Batu dan sekitarnya. Kemungkinan, dari sinilah banyak orang mulai menyebut kawasan ini sebagai Payung.

Fasilitas & Layanan

Payung memiliki fasilitas-fasilitas yang memanjakan pengunjung, antara lain:

  • Lokasi strategis: Letak kawasan Payung yang berada di jalur utama kota Batu-Jombang/Kediri membuat kawasan wisata Payung cukup strategis dijadikan sebagai tempat melepas lelah sebelum kembali melanjutkan perjalanan.
  • Suguhan pemandangan kota wisata Batu: Atraksi lain yang dimiliki oleh Payung adalah suguhan pemandangan kota wisata Batu karena letaknya cukup tinggi dan memungkinkan seluruh pengunjung melihat kota Batu dari atas. Dalam cuaca sore yang cerah, pengunjung bisa melihat pemandangan kawasan kota yang diwarnai oleh semburan jingga dari matahari. Ketika matahari telah kembali ke peraduan, pengunjung akan disuguhi Kota Batu yang diselimuti oleh kemerlap lampu bangunan dan jalan.
  • Wisata kuliner unggulan: Menu andalan dari Payung adalah olahan susu milik KUD Batu. Selain itu, pembeli juga bisa menikmati menu penghangat badan lainnya seperti jagung bakar, roti bakar, bakso, mie rebus/mie goreng, tempe penyet, ikan bakar, dan lain sebagainya. Selain fasilitas-fasilitas di atas, para pengunjung juga bisa merasakan layanan parkir kendaraan serta kamar mandi umum yang biasanya terletak di bawah warung-warung di kawasan Payung.

Jam Operasional

Di akhir pekan atau hari libur, hampir semua warung di kawasan wisata Payung siap menyambut para pengunjung selama 24 jam. Sedangkan di hari-hari biasa, hanya beberapa saja yang buka. Bahkan sedikit yang siap melayani pembeli 24 jam penuh.

Peta Lokasi



Diolah dari berbagai sumber.
Previous Post
Next Post