Gunung Bromo dan 250 Anak Tangga Menuju Bibir Kawah


Wisata Alam Gunung Bromo menyajikan pemandangan gunung berapi yang masih aktif dan, bahkan masih sering “terbatuk-batuk” paling terkenal sebagai obyek wisata di Jawa Timur. Sebagai sebuah obyek wisata, Gunung Bromo menjadi menarik karena statusnya sebagai gunung berapi yang masih aktif. Dengan ketinggian 2.392 mdpl, Wisata Alam Gunung Bromo membagi empat wilayah Jawa Timur, yakni Kabupaten Probolinggo,Pasuruan, Lumajang, dan Kabupaten Malang. Bentuk tubuh Gunung Bromo bertautan antara lembah dan ngarai dengan kaldera atau lautan pasir seluas sekitar 10 kilometer persegi.

Atraksi utama adalah Gunung Bromo yang memiliki sebuah kawah dengan garis tengah ± 800 meter (utara-selatan) dan ± 600 meter (timur-barat). Sedangkan daerah bahayanya berupa lingkaran dengan jari-jari 4 km dari pusat kawah Bromo. Melihat kawah Gunung Bromo seringkali menjadi pilihan kedua setelah sebelumnya menikmati indahnya matahari terbit di Objek Wisata Gunung Penanjakan. Atau, anda bisa menghabiskan malam disini dan sambil menunggu untuk menikmati indahnya sunrise dari bibir kawah Gunung Bromo. Untuk mendaki ke puncak Gunung Bromo dan 250 anak tangga menuju bibir kawah, anda harus mempersiapkan stamina agar bisa berhadap-hadapan langsung dengan Sang Brahma, atau Bromo.

Bila anda menggunakan kendaraan sewa, atau Jeep, dari parkiran yang telah disediakan, anda harus kembali berjalan kaki sekitar 1-2 km. Tantangan untuk menuju puncak Gunung Bromo adalah debu dari Lautan Pasir. Selalu sediakan masket atau penutup wajah dan mata ketika berjalan di kawasan ini.

Selain menyaksikan kawah Gunung Bromo dari ketinggian, anda juga bisa menikmati indahnya saudara Gunung Bromo, yaitu Gunung Batok, yang berdiri diam seperti batok kelapa yang  terguling menghadap ke bawah, seakan menjadi penjaga bagi Gunung Bromo. Selain itu, di kawasan Wisata Alam Gunung Bromo juga terdapat Pura Luhur Poten yang digunakan untuk merayakan Upacara Yadya Kasada untuk menghormati para leluhur Suku Tengger, terutama Roro Anteng dan Joko Seger.

Fasilitas & Layanan

Warung-Warung Makanan

1934776_1186884348509_7516474_nAnda tidak perlu khawatir bila merasa lapar sebelum mendaki puncak Gunung Bromo. Sebelum mencapai anak tangga yang membantu anda menuju bibir kawah, terdapat banyak pedagang penjual makanan. Bahkan, saat di bibir kawah-pun kadang juga banyak pedagang yang menjajakan makanan.
Walaupun mungkin harganya sedikit lebih mahal, tetapi lebih baik membeli makanan dan minuman di sini daripada harus menahan haus dan lapar.

Persewaan Kuda
Bila anda merasa capek dan tidak sanggup melangkahkan kaki dari parkiran mobil Jeep ke anak tangga Gunung Bromo, maka disarankan untuk menyewa kuda-kuda yang disediakan oleh penduduk sekitar.
Tips: Jangan lupa untuk negosiasi harga dengan pemilik kuda.

Jam Operasional
Wisata Alam Gunung Bromo setiap harinya terbuka untuk umum.

Harga Tiket Masuk
Sejak bulan Mei 2014, tarif masuk hari kerja untuk wisatawan domestik Rp 27.500 per orang. Perinciannya, Rp 25 ribu untuk karcis dan Rp 2.500 untuk asuransi. Sementara untuk wisatawan mancanegara naik menjadi Rp 217 ribu (termasuk asuransi) dari tarif sebelumnya Rp 57 ribu.

Untuk hari libur, tarif tiket masuk Bromo naik 150 persen dari tarif hari kerja. Dengan demikian, tarif tiket masuk Bromo untuk wisatawan nusantara menjadi Rp 32.500 per orang, sedangkan wisatawan mancanegara dikenai tarif masuk Rp 317.500 per orang.

Peta Lokasi



Diolah dari berbagai sumber.
Previous Post
Next Post