Candi Kidal, Peninggalan Kerajaan Singhasari di Sisi Timur Malang


Perjalanan kita kali ini ke salah satu peninggalan kuno jaman kerajaan di Kota Malang. Ya, kita menuju Wisata Candi Kidal yang terletak di Desa Rejokidal, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Menurut Negarakertagama, Candi Kidal adalah makam Anusanatha (Anusapati). Beliau adalah penerus dari Rajasa Sang Amurwabhumi, atau biasa kita kenal sebagai Ken Arok, yang meninggal tahun 1170 Saka (1248 M).

Konon, terdapat patung Anusapati diarcakan sebagai Siwa dan ditempatkan di ruang utama candi. Sayangnya, arca tersebut telah hilang dari tempatnya. Candi Kidal diperkirakan selesai dibangun pada 1260 M dan pernah dipugar pada 1986-1990.

Mitos

Mengapa dinamakan Candi Kidal? Besar kemungkinan adalah karena relief-relief candi makam Anusapati yang tidak lazim. Yang dimaksudkan tidak lazim disini adalah relief-relief Candi Kidal yang bersifat prasawya (Sanskerta: berlawanan dengan arah jarum jam, dari kiri ke kanan). Kidal sendiri dalam bahasa Jawa Kuno bermakna ‘kiri’.
Bila kita mengambil kesimpulan dengan mengartikan prasawya sebagai yang berlawanan dengan kelaziman, maka keberadaan Anusapati dapat dilihat dari dua aspek, yaitu:
Anusapati adalah pengikut aliran Siwa yang menyimpang dari paham Siwa yang saat itu lazim dianut masyarakat.

Anusapati adalah putera “kiri” dari raja Rajasa Sang Awurwabhumi yang menurunkan warddhanawangsa sedang Rajasa Sang Amurwabhumi menurunkan Rajasawangsa (perpaduan kedua wangsa itu melalui perkawinan melahirkan wangsa baru yang beridentitas “Rajasa, Girindra, dan Warddhana” sebagaimana terpatri pada nama Kertarajasa Jayawarddhana, Tribhuwanatunggadewi Maharajasa Jayawisnuwarddhani, Rajasawarddhana dan Girindrawarddhana).
Candi Kidal memiliki ukiran-ukiran unik yang menghiasi setiap dinding candi tersebut. Motif hiasan yang terpahat umumnya berbentuk medali yang dihiasi tumbuh-tumbuhan, bunga-bungaan, dan sulur-suluran. Yang menarik, terdapat pahatan garuda pada ketiga sisi kaki candi, di mana relief itu diambil dari kisah Garudeya yang terdapat pada kitab Adiparwa.

Di sisi kaki candi sebelah selatan digambarkan seekor garuda dan para naga, sebelah timur garuda membawa guci amarta, dan di sebelah utara garuda bersama ibunya yaitu sang Winata. Gambaran garuda pada candi bersifat Siwa seperti Candi Kidal makin memperkuat anggapan bahwa Anusapati mengikuti ajaran yang menyimpang dari Siwaisme yang lazim karena kisah Garudeya bersifat Waisnawa.

Harga Tiket Masuk

Pihak pengelola Wisata Candi Kidal Tumpang hingga saat ini belum menentukan tarif masuk ke Candi Kidal. Untuk menikmati keindahan Candi Kidal anda bisa memberikan iuran sukarela.

Jam Operasional

Wisata Candi Kidal terbuka untuk umum setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 17.00

Akses Lokasi

Perjalanan ke Candi Kidal, Tumpang dari Kota Malang bisa ditempuh dalam waktu sekitar 30 menit dalam kondisi lalu lintas lancar. Begitu memasuki Kota Malang, setelah melintasi fly-over di daerah Arjosari, anda akan menemui pertigaan pertama dengan lampu lalu lintas. Ambil arah kiri menuju timur ke Kecamatan Tumpang. Setelah memasuki gerbang Kecamatan Tumpang anda akan menemui pertigaan setelah Rumah Sakit Sumber Sentosa Tumpang. Belok kanan pada pertigaan. Dari pertigaan tersebut, anda harus menempuh jarak sekitar 6km untuk mencapai Candi Kidal.

Bagi pengguna angkutan umum, anda bisa turun ke Terminal Arjosari, Malang kemudian berganti angkutan kota warna putih dengan kombinasi hijau muda tujuan Arjosari-Tumpang. Turunlah di daerah Pasar Tumpang dan mintalah ojek untuk mengantar anda sampai ke Wisata Candi Kidal.

Peta Lokasi


View Larger Map

Diolah dari berbagai sumber.
Previous Post
Next Post